Sejarah Jota Joti

Sejarah Jota Joti

Kegiatan JOTA ( jambore On The air ) pertama kali di selenggarakan dalam rangka memperingati 50 tahun kepanduan internasonal yaitu pada tahun 1957 . kegiatan tersebut pertama kali di rancang dan di gagas oleh seorang pemilik stasiun amatir radio berkebangsaan inggris dengan saluran callsign G3BHK. kegaiatan JOTA pada mulanya hanya mempergunakan perangkat radio amatir yang jarak jangkauan hanya sekitar 40 meter sampai dengan 80 meter. sehingga pada waktu itu meski keterbatasan dan kecanggihan tekhnologi tak membuat gentar dan partisipasi dalam al tersebut sehingga banyak kantor - kantor radio lokal yang membantu menghubungkan lebih dari 50.000 semua pramuka - pramuka antar bangsa ,sehingga pada akhir 2004 tidak lagi mempergunakan perangkat radio akan tetapi menggunakan VOip . kegiatan JOTI dirintis pada tahun 1995 oleh Rovers Queanbeyan sementara satu Rover, Norvan Vogt berada di pertukaran pelajar di Belanda, dengan kru rumah di Australia dikoordinasi oleh Brett Sheffield. Mereka menghubungkan Putten, Belandadengan Queanbeyan, Australia dengan mendedikasikan server IRC. Pada bulan November 1996 Komite Pramuka Dunia, mencatat bahwa kepramukaan sudah memiliki kehadiran yang cukup besar di Internet, dan sudah ada sebuah Jambore informal dan berkembang pesat di Internet, memutuskan bahwa JOTI harus menjadi acara resmi Pramuka internasional, dan yang seharusnya diselenggarakan pada akhir pekan sama dengan Jambore di udara (JOTA). kegiatan JOTI adalah kegiatan chating dengan Pramuka-Pramuka dari seluruh penjuru dunia dengan menggunakan kanal IRC. Sehingga, untuk dapat mengikuti kegiatan JOTI dalam komputer harus ada software chat IRC, misalnya mIRC atau XChat. Atau dengan aplikasi Mibbit yang terhubung dengan mIRC. jadi begitu sahabat pramuka dalam pramuka tidak hanya di beri pembelajaran seperti tekpram dan kecakapan hidup . akan tetapi gerakan pramuka juga memperkenalkan tekhnologi bagi setiap pandu , hal tersebut di lakukan agar setaiap anggotta pramuka tidak gaptek ( gagap teknologi ) namun di sini perluh ada peran negara dalam membangun komunkasi tersebut paling tidak di desa -desa dan di plosok - plosok juga di berikan faslitas yang sama dengan yang ada di kota .
Started Ended
Number of participants
1
Service hours
24
Location
Indonesia
Topics
Personal safety
Youth Programme
Communications and Scouting Profile
Youth Engagement