Menyemaikan Harapan di Tanah Rawan
Inspirasi terbesar saya datang dari jiwa Pramuka yang saya miliki dan rasa prihatin melihat kondisi lingkungan sekitar. Saya melihat lingkungan makin rusak karena tumpukan sampah dan maraknya penebangan pohon. Dari situ muncul dorongan kuat untuk tidak tinggal diam; saya ingin membawa perubahan nyata lewat aksi reboisasi agar lingkungan kami kembali hijau, asri, dan aman.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap ancaman tanah longsor di kecamatan kami, Gerakan untuk Lingkungan (GAUL) hadir sebagai aksi nyata reboisasi di area rawan. Aksi ini menggerakkan seluruh elemen Pramuka se-kecamatan mulai dari Kwarran, DKR, Pramuka Peduli, Unit Protokol, Jurnalistik, hingga Gugus Depan dengan dukungan dana pengadaan bibit dari pihak kecamatan.
Kegiatan diawali dengan kumpul bersama relawan di lokasi tujuan.
Pelajaran paling berharga yang saya dapatkan dari proyek ini adalah pentingnya kerja sama tim serta pemahaman teknis tentang cara menanam pohon yang baik. Namun di luar itu, aksi ini benar-benar mengasah rasa peduli lingkungan dan mengajarkan saya untuk lebih bersyukur. Saya menyadari bahwa terlepas dari kondisi alam yang mulai rusak, setidaknya saya tidak tinggal diam dan bisa mengambil peran nyata untuk memperbaiki lingkungan sekitar melalui aksi reboisasi ini.