Training Of Trainers LifeLedaers Bath 2 2026
TOT Life Leaders 2026 Bath 2 Indonesia
Aksi yang berdampak tidak selalu harus dimulai dari proyek besar. Mengolah sampah daun atau mempertemukan barang tak terpakai dengan warga yang membutuhkan bisa menjadi kerja sederhana, tetapi manfaatnya dapat berlipat ketika dilakukan melalui jaringan jutaan anggota Gerakan Pramuka di Indonesia.
Gagasan itu mengemuka dalam Training of Trainers (ToT) Life Leaders 2026 yang digelar di Jakarta pada 26–28 Agustus 2026. Sebanyak 30 pembina Pramuka dari 11 Kwartir Daerah (Kwarda) mengikuti pelatihan bertema “Indonesian Scout Impact Innovators for Earth” untuk memperkuat kemampuan pendamping dalam mengembangkan aksi anggota muda yang memberi manfaat sosial dan lingkunganPrinsip tersebut membuka ruang yang luas bagi peserta untuk mengembangkan program setelah kembali ke daerah. Proyek tidak harus mahal atau melibatkan banyak orang sekaligus, selama berangkat dari kebutuhan sekitar dan menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan.
Dalam pelaksanaan program sebelumnya, Toto mencontohkan pengolahan sampah daun menjadi produk yang berguna. Ada pula kegiatan garage sale yang membuat barang-barang tidak terpakai dapat berpindah tangan kepada masyarakat yang masih membutuhkannya.
Kegiatan semacam itu terlihat sederhana apabila berdiri sendiri. Namun, Gerakan Pramuka memiliki jaringan dan jumlah anggota yang memungkinkan sebuah praktik baik diperluas ke banyak daerah.
Skala tersebut menjadi kekuatan Indonesia dalam gerakan kepanduan dunia. Toto menyebut jumlah anggota Gerakan Pramuka selama ini kerap diklaim mencapai sekitar 25 juta orang.
Berdasarkan proses pendataan dan kartu anggota yang disinggungnya, lebih dari 16 juta anggota telah terdata. Karena proses pendataan masih berjalan, jumlah aktual menurut Toto berpotensi melampaui 20 juta anggota.
Jumlah itu membuat satu aksi kecil memiliki kemungkinan menghasilkan efek pengganda yang besar. Apabila model kegiatan sosial atau lingkungan dilakukan oleh ribuan kelompok Pramuka, dampaknya dapat menjangkau masyarakat jauh melampaui lokasi proyek pertama dilaksanakan.
Topics
Leadership
Partnerships
Literacy
SDGS