Profile picture for user Khaidir Marzuki_1
Indonesia

Pramuka MAN 2 Banda Aceh Integrasikan Program Kepramukaan dengan Scout for SDGs

Pramuka MAN 2 Banda Aceh terus memperkuat arah pembinaan generasi muda dengan mengintegrasikan program kepramukaan ke dalam gerakan global Scout for SDGs (Scouts for Sustainable Development Goals). Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan kepramukaan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan keterampilan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap masyarakat dan lingkungan.

Program Scout for SDGs merupakan inisiatif global dari World Organization of the Scout Movement yang mendorong anggota Pramuka di seluruh dunia untuk berkontribusi dalam pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Melalui gerakan ini, anggota kepanduan didorong untuk terlibat dalam aksi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, kemanusiaan, kesetaraan sosial, hingga pembangunan masyarakat berkelanjutan. 

Secara global, program Scouts for SDGs telah menghimpun miliaran jam pengabdian masyarakat dari anggota kepanduan di berbagai negara sebagai bentuk kontribusi pemuda terhadap Agenda 2030. Gerakan ini menjadikan Pramuka sebagai salah satu organisasi pemuda terbesar yang berperan aktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal hingga internasional. 

Di lingkungan MAN 2 Banda Aceh, implementasi program ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, pengabdian masyarakat, kepedulian lingkungan, pendidikan karakter, hingga keterlibatan anggota dalam aksi-aksi kerelawanan. Berbagai program tersebut diarahkan agar selaras dengan indikator SDGs, khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, kesehatan dan kesejahteraan, aksi iklim, kemitraan, serta penguatan masyarakat yang inklusif.

Integrasi Scout for SDGs yang dilakukan Pramuka MAN 2 Banda Aceh juga memiliki keterkaitan kuat dengan implementasi Petunjuk Penyelenggaraan Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega (Polmekbin) berdasarkan Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 176 Tahun 2013. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa pembinaan Pramuka Penegak diarahkan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi pemimpin yang bertanggung jawab kepada diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, negara, dan Tuhan Yang Maha Esa melalui konsep Tri Bina, yaitu Bina Diri, Bina Satuan, dan Bina Masyarakat. 

Pada aspek Bina Diri, anggota Pramuka diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, karakter, serta kapasitas kepemimpinan. Nilai ini sejalan dengan tujuan SDGs dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Sementara itu, Bina Satuan diwujudkan melalui proses kaderisasi, regenerasi kepemimpinan, serta penguatan peran anggota sebagai instruktur dan penggerak kegiatan kepramukaan. Adapun Bina Masyarakat menjadi ruang pengabdian nyata bagi Pramuka untuk hadir sebagai solusi di tengah masyarakat melalui kegiatan sosial, kemanusiaan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. 

Pembina Pramuka MAN 2 Banda Aceh, Kak Khaidir Marzuki, menyampaikan bahwa arah pembinaan Pramuka Penegak saat ini harus mampu menjawab kebutuhan zaman yang semakin kompleks. Menurutnya, program kepramukaan tidak dapat lagi dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial atau aktivitas rutin semata, melainkan harus memiliki kontribusi nyata terhadap pembangunan masyarakat dan isu-isu global.

“Kebutuhan dan fokus program kepramukaan, khususnya Pramuka Penegak, mulai dari level akar di gugus depan hingga tingkat global harus berfokus pada pencapaian SDGs. Setiap kegiatan harus memiliki nilai manfaat, dampak sosial, serta mampu membentuk generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Kak Khaidir Marzuki.

Ia menjelaskan bahwa konsep Scout for SDGs pada dasarnya memiliki keselarasan dengan filosofi pembinaan Pramuka Penegak dalam Polmekbin. Menurutnya, Bina Diri membentuk kapasitas individu, Bina Satuan memperkuat kepemimpinan dan kaderisasi, sedangkan Bina Masyarakat menjadi implementasi nyata kontribusi Pramuka terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Kak Khaidir menilai bahwa Pramuka Penegak merupakan kelompok usia strategis yang sedang berada pada fase pembentukan identitas, kepemimpinan, dan pengabdian. Karena itu, keterlibatan mereka dalam program berbasis SDGs menjadi penting agar anggota Pramuka mampu memahami hubungan antara aksi lokal yang dilakukan di sekolah dan masyarakat dengan tantangan global yang dihadapi dunia saat ini.

Integrasi program kepramukaan dengan Scout for SDGs juga menjadi bagian dari upaya Pramuka MAN 2 Banda Aceh dalam menghadirkan pembinaan yang relevan, progresif, dan berdampak. Dengan pendekatan tersebut, anggota Pramuka tidak hanya dibentuk menjadi pribadi yang terampil dan berkarakter, tetapi juga menjadi agen perubahan (agents of change) yang mampu berkontribusi bagi pembangunan masyarakat, bangsa, dan dunia. Komitmen tersebut terus didorong oleh Gerakan Pramuka Indonesia bersama WOSM melalui peningkatan partisipasi anggota dalam kegiatan pengabdian masyarakat dan pencatatan jam pengabdian (service hours) sebagai bagian dari kontribusi global gerakan kepanduan dunia.

Melalui langkah ini, Pramuka MAN 2 Banda Aceh menunjukkan bahwa gerakan kepramukaan di tingkat gugus depan dapat menjadi bagian dari gerakan global yang lebih besar, dengan tetap berpijak pada nilai-nilai dasar Gerakan Pramuka serta prinsip pembinaan Penegak yang berorientasi pada Bina Diri, Bina Satuan, dan Bina Masyarakat. Dan terakhir, melalui integrasi program kepramukaan dengan Scout for SDGs, Pramuka MAN 2 Banda Aceh berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam keterampilan dan kepemimpinan, tetapi juga memiliki kesadaran global, kepedulian sosial, serta kemampuan berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal maupun internasional.

Number of participants
50
Youth development hours
300
Location
Topics
Communications and Scouting Profile
Youth Programme
Partnerships
Initiatives
Skills for Life

Share via

Share