Hari Pertama : Scout for SDGs dan Earth Tribe di Global Development Village pada Jambore Nasional XII 2026
Jakarta, 15 Agustus 2026 — Hari pertama pelaksanaan Jambore Nasional XII di Jakarta menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Pada Sabtu, 15 Agustus 2026, saya mendapat kesempatan untuk bertugas sebagai pemateri dalam kegiatan Global Development Village (GDV) yang berlokasi di Pusat Dirgantara (Pusdirga), Cibubur.
Bersama Kak Arrasyid Atma, saya dipercaya untuk menyampaikan materi mengenai Scout for SDGs dan Earth Tribe kepada para peserta Jambore Nasional XII. Kegiatan ini menjadi ruang bagi kami untuk berbagi pengetahuan sekaligus mengajak para Pramuka Penggalang dari berbagai daerah di Indonesia agar semakin mengenal peran gerakan Pramuka dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Pada hari pertama, kegiatan Global Development Village diikuti oleh 420 peserta Penggalang dari seluruh Indonesia. Para peserta dibagi ke dalam enam kali rotasi, yaitu tiga rotasi pada sesi pagi dan tiga rotasi pada sesi siang. Setiap rotasi diikuti oleh 70 peserta Penggalang, sehingga kegiatan berlangsung secara bergantian dan memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk mengikuti materi yang telah disiapkan.
Dalam setiap sesi, saya bersama Kak Arrasyid Atma memperkenalkan konsep Scout for SDGs kepada para peserta. Kami menjelaskan bagaimana kegiatan kepramukaan dapat dikembangkan menjadi aksi nyata yang memiliki kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Bagi saya, bagian ini menjadi penting karena Pramuka tidak hanya belajar melalui kegiatan di lapangan, tetapi juga dapat mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga lingkungan.
Selain pengenalan Scout for SDGs, kami juga memberikan pemahaman mengenai cara mengunggah proyek ke SDGs Hub milik World Organization of the Scout Movement (WOSM) dengan baik dan benar. Para peserta diperkenalkan pada hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mendokumentasikan dan mengunggah sebuah proyek, mulai dari menjelaskan tujuan kegiatan, proses pelaksanaan, hasil yang dicapai, hingga keterkaitannya dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Kami berharap peserta tidak hanya mampu melaksanakan proyek, tetapi juga dapat mendokumentasikannya secara baik sehingga aksi mereka dapat menjadi bagian dari gerakan Pramuka global.
Materi berikutnya adalah pengenalan program Earth Tribe. Saya bersama Kak Arrasyid menjelaskan bahwa Earth Tribe merupakan salah satu gerakan yang dapat menjadi wadah bagi anggota Pramuka untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan dan mengambil aksi nyata untuk bumi. Melalui materi ini, kami berusaha menghubungkan aktivitas sehari-hari para peserta dengan isu lingkungan sehingga mereka dapat melihat bahwa menjaga bumi dapat dimulai dari tindakan sederhana di lingkungan masing-masing.
Bagi saya pribadi, bertemu langsung dengan ratusan Pramuka Penggalang dari berbagai daerah Indonesia dalam satu kegiatan merupakan pengalaman yang sangat berharga. Setiap rotasi memberikan suasana dan interaksi yang berbeda. Antusiasme para peserta ketika berdiskusi, bertanya, dan mengikuti materi menjadi energi tersendiri bagi saya selama menjalankan tugas sebagai pemateri.
Hari pertama ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menyampaikan materi, tetapi juga menjadi ruang untuk saling belajar. Saya melihat bagaimana semangat para peserta dapat menjadi modal penting untuk mendorong lahirnya lebih banyak aksi Pramuka yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui kegiatan Global Development Village di Jambore Nasional XII, saya semakin menyadari bahwa Scout for SDGs bukan sekadar tentang mengenal 17 tujuan pembangunan berkelanjutan, tetapi tentang bagaimana setiap anggota Pramuka mampu menerjemahkannya menjadi aksi nyata. Begitu pula dengan Earth Tribe, yang mengajak kita untuk tidak berhenti pada pengetahuan tentang lingkungan, tetapi bergerak bersama untuk menjaga bumi.
Menutup hari pertama bertugas di Global Development Village, saya membawa satu harapan: semoga pengetahuan yang dibagikan hari ini dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk kembali ke daerah masing-masing dan menciptakan proyek-proyek sederhana yang berdampak, terdokumentasi dengan baik, serta menjadi bagian dari gerakan Pramuka untuk dunia yang lebih berkelanjutan.