DKC Banjarnegara Gelar Webinar Scout for SDGs bersama Kak Khaidir Marzuki
Dewan Kerja Cabang (DKC) Banjarnegara, Kwartir Daerah Jawa Tengah, menggelar Webinar Scout for SDGs dan Association Top Achievers Scout (ATAS) pada Kamis malam, 18 Juni 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini bertujuan meningkatkan pemahaman anggota Pramuka mengenai program-program kepanduan dunia yang dapat diimplementasikan dalam kegiatan kepramukaan di tingkat gugus depan hingga kwartir.
Webinar yang dipandu oleh moderator Kak Royhan dari DKC Banjarnegara tersebut diikuti oleh anggota Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan menghadirkan Kak Khaidir Marzuki anggota Messengers of Peace Indonesia dan ATAS Indonesia sekaligus Volunteer Scout for SDGs, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Khaidir menjelaskan bahwa Scout for SDGs merupakan program yang diinisiasi oleh Organisasi Kepanduan Sedunia (WOSM) untuk mengajak anggota Pramuka berkontribusi aktif dalam pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Program ini mendorong Pramuka di seluruh dunia untuk terlibat dalam berbagai aksi sosial, lingkungan, ekonomi, serta tata kelola yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain memperkenalkan konsep dasar Scout for SDGs, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai ruang lingkup implementasi program, integrasi kegiatan SDGs dengan SKU, SKK, dan SPG, hingga mekanisme pelaporan proyek melalui platform resmi Scout for SDGs. Narasumber turut menjelaskan bagaimana Pramuka dapat mengukur dampak proyek, menghitung service hours, serta mendokumentasikan kegiatan agar memperoleh pengakuan pada tingkat nasional maupun global.
Pada sesi berikutnya, peserta diperkenalkan dengan Association Top Achievers Scout (ATAS), sebuah forum internasional yang mewadahi Pramuka berprestasi dari berbagai negara. Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya membangun rekam jejak pengabdian, meningkatkan kapasitas diri, memperluas jejaring internasional, serta memanfaatkan berbagai peluang pengembangan diri yang tersedia dalam ekosistem kepanduan dunia.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait pelaksanaan proyek Scout for SDGs di pangkalan masing-masing, strategi pelaporan kegiatan yang efektif, hingga pengalaman mengikuti program dan jaringan kepanduan internasional.
Pada sesi evaluasi, sejumlah peserta menyampaikan kesan positif terhadap pelaksanaan webinar. Mereka menilai materi yang disampaikan mudah dipahami, relevan dengan kebutuhan anggota Pramuka saat ini, serta membuka wawasan baru mengenai peluang pengembangan diri melalui program-program WOSM. Peserta juga mengapresiasi metode penyampaian yang komunikatif dan interaktif sehingga suasana webinar berlangsung hidup dan tidak membosankan.
Kak Junitawati Sabrina Hastuti menyampaikan bahwa materi yang diberikan membuka wawasan baru tentang administrasi dan pengembangan Gerakan Pramuka. Sementara itu, Kak Syafarotun Alifiyani mengungkapkan bahwa pembahasan mengenai 17 tujuan SDGs dan ATAS memberikan motivasi untuk mengembangkan program Scout for SDGs di pangkalannya serta mendorong anggota Pramuka untuk terus berprestasi hingga tingkat internasional. Peserta lainnya juga berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan secara berkala dengan materi yang lebih mendalam dan studi kasus yang lebih beragam.
Menutup kegiatan, Kak Khaidir Marzuki mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian dan penghargaan, tetapi juga memperkuat fondasi diri sebagai seorang Pramuka melalui proses belajar dan pengabdian yang berkelanjutan.
“Jangan takut memulai dari bawah. Semua pencapaian besar selalu diawali dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Perkuat fondasi diri dalam Pramuka, kuasai nilai-nilai dasarnya, perbanyak pengalaman dan pengabdian. Jadikan Pramuka sebagai tempat kita berdiri dan bertumbuh. Ketika fondasi itu sudah kuat dan suatu saat kita berada di posisi yang lebih tinggi, kita tidak akan mudah tergoyahkan oleh tantangan apa pun. Teruslah berproses, terus belajar, dan terus memberi manfaat bagi sesama.”