Profile picture for user amscout
Indonesia

Tiga Siaga, Satu Aksi: Sekolah Bersih, Udara Sehat

Kegiatan ini berawal dari keprihatinan kami terhadap kondisi kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap yang sedang dirasakan warga Kalimantan. Asap mengganggu pernapasan, kesehatan, dan aktivitas belajar anak-anak, dan kami ingin anak-anak memahami bahwa krisis iklim bukan sekadar berita, melainkan sesuatu yang dampaknya terasa di sekitar mereka.

Kami menyadari bahwa tindakan sederhana di lingkungan terdekat juga berarti. Sampah dan dedaunan kering yang menumpuk mudah terbakar dan membuat lingkungan tidak sehat, sedangkan kebiasaan membuang dan memilah sampah dengan benar membantu menjaga lingkungan tetap bersih dan aman. Karena itu kami memilih aksi yang bisa langsung dilakukan oleh peserta didik Siaga di sekolah mereka sendiri.

Kegiatan ini juga sejalan dengan program JOTA-JOTI × Scouts for SDGs “Climate Action” (SDG 13) dan menjadi wujud nyata pengamalan Dasa Darma ke-2: cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Harapan kami, kepedulian ini tumbuh sejak dini dan menjadi kebiasaan yang terbawa sampai dewasa.

Pada Jumat, 16 Oktober 2026, tiga peserta didik Siaga kelas 4 bersama pembina melaksanakan aksi bersih lingkungan di SDIT Qurrata A’yun selama sekitar 60 menit. Seluruh peserta mengenakan kacu pramuka sesuai ketentuan kegiatan.

Sebelum mulai, pembina menjelaskan tujuan kegiatan dan cara bekerja yang aman, termasuk menggunakan alat bantu dan tidak menyentuh sampah tajam secara langsung. Setelah itu anak-anak bekerja dalam kelompok kecil di beberapa area sekolah. Mereka memungut botol plastik dan sampah lain di halaman dan area gugus depan, menyapu dedaunan kering di area paving, serta merapikan tanaman dalam pot di sekitar sekolah.

Sampah yang terkumpul kemudian dipilah menjadi sampah organik, seperti daun dan ranting kering, dan sampah non-organik, seperti plastik dan kemasan, lalu dibuang ke tempat sampah yang sesuai.

Di sela kegiatan, pembina berdiskusi singkat dengan anak-anak tentang mengapa sampah tidak boleh dibakar, kaitannya dengan kabut asap yang sedang terjadi, dan bagaimana menjaga kebersihan membantu menjaga udara tetap sehat. Seluruh rangkaian kegiatan kami dokumentasikan dalam foto untuk dilaporkan di hub Scouts for SDGs.

Aksi ini memberi dampak langsung pada 4 orang yang terlibat, yaitu 1 pembina dan 3 peserta didik Siaga kelas 4, dengan total 4 jam layanan. Mereka membersihkan sampah dan dedaunan kering di lingkungan SDIT Qurrata A’yun, memilah sampahnya menjadi organik dan non-organik, lalu membuangnya ke tempat yang sesuai.

Bagi lingkungan sekolah, area yang dibersihkan menjadi lebih rapi, sehat, dan aman bagi seluruh warga sekolah yang menggunakannya. Sampah dan dedaunan kering yang menumpuk juga berkurang, sehingga lingkungan menjadi lebih nyaman.

Bagi peserta didik, kegiatan ini membangun kebiasaan baik: memilah dan membuang sampah pada tempatnya, bekerja sama dalam kelompok, dan peduli pada lingkungan. Di tengah kondisi kebakaran hutan dan kabut asap di Kalimantan, anak-anak juga mulai memahami bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah langkah kecil untuk menjaga udara dan bumi tetap sehat.

Aksi ini sejalan dengan SDG 13 (Climate Action), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDG 3 (Good Health and Well-being), serta menjadi pengamalan Dasa Darma ke-2.

Dari kegiatan ini kami belajar bahwa aksi kecil yang dilakukan bersama-sama tetap berarti untuk lingkungan. Anak-anak belajar bahwa sampah perlu dipilah dan dibuang pada tempatnya, dan bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan. Mereka juga belajar bekerja sama dalam kelompok dan bersikap peduli terhadap sesama makhluk dan alam, sesuai Dasa Darma ke-2.

Bagi kami sebagai pembina, kegiatan ini mengingatkan bahwa pendidikan lingkungan paling efektif lewat pengalaman langsung. Kondisi kebakaran hutan dan kabut asap di Kalimantan membuat anak-anak lebih mudah memahami mengapa menjaga kebersihan dan tidak membakar sampah itu penting. Ke depan kami ingin menjadikan aksi ini kegiatan rutin, melibatkan lebih banyak peserta didik, dan menambah kegiatan seperti menanam tanaman di lingkungan sekolah.

Number of participants
4
Service hours
4
Beneficiaries
400
Location
Indonesia
Topics
JOTA JOTI
Healthy Planet
Responsible consumption
Initiatives
Environment and Sustainability
Skills for Life
Health and Wellbeing

Share via

Share