Setetes Air di Musim Kemarau, Kerja Nyata Pramuka

Musim kemarau tahun itu terasa panjang di Kecamatan Teluk Batang. Sumur di rumah warga mulai mengering. Air sungai pun keruh dan tidak layak dipakai. Saya masih ingat pagi itu, ketika kami para Pramuka berkumpul di halaman, membawa jeriken kosong dan senyum yang penuh semangat. . Hari itu kami ikut kegiatan pembagian air bersih bersama kakak-kakak dari Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Teluk Batang, didukung oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kayong Utara dan juga Himpunan Pembina Pramuka Teluk Batang (HP2T). Tapi bagi saya, ini bukan sekadar kegiatan. Ini adalah pengalaman yang membuka mata. . Kami berjalan dari satu rumah ke rumah lain. Matahari panas, jalan berdebu, dan jeriken terasa semakin berat. Namun setiap kali melihat warga tersenyum saat menerima air, rasa lelah langsung hilang. Seorang nenek memegang tangan saya dan berkata pelan, “Terima kasih, Nak. Air ini sangat berarti.” Kalimat sederhana itu menempel di hati saya sampai sekarang. . Saya teringat saat latihan Pramuka dulu. Kami diajarkan tentang siap menolong dan peduli sesama. Saat itu saya belum benar-benar memahami maknanya. Namun di tengah kemarau itu, saya merasakan sendiri arti dari latihan yang selama ini kami jalani. Bukan hanya belajar tali-temali atau baris-berbaris, tapi belajar hadir saat orang lain membutuhkan. . Kegiatan itu juga menjadi seperti petualangan bagi saya. Kami belajar bekerja sama, saling membantu mengangkat galon, dan berbagi tugas tanpa banyak bicara. Tidak ada yang merasa paling hebat. Semua bergerak karena satu tujuan: membantu warga yang kesulitan air.
Number of participants
25
Youth development hours
525
Location
Topics
Humanitarian action
Youth Engagement
Leadership

Share via

Share