AKSI PENCARIAN PERTOLONGAN KORBAN KARHUTLA
Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), LIFE LEADERS Kalteng melaksanakan aksi Pelatihan Pencarian dan Pertolongan Korban Karhutla pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan 70 peserta yang terdiri atas 65 anggota muda Pramuka dan 5 orang Pembina.
Pelatihan ini dilaksanakan bersama instruktur SAKA SAR Kalimantan Tengah dengan dukungan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Palangka Raya. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk implementasi semangat Impact Innovator, yaitu mendorong generasi muda untuk mampu mengenali permasalahan di lingkungan sekitar dan menghadirkan aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pembelajaran mengenai pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana karhutla, pengetahuan dasar pencarian dan pertolongan, serta pemahaman tentang tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat. Melalui arahan instruktur, peserta juga diperkenalkan dengan prinsip-prinsip keselamatan, kerja sama tim, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam kegiatan pencarian dan pertolongan.
Kehadiran instruktur SAKA SAR Kalimantan Tengah dan BASARNAS Palangka Raya memberikan pengalaman pembelajaran langsung bagi anggota Pramuka.
Bagi 65 anggota muda yang terlibat, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan hidup (life skills), kepemimpinan, keberanian, kepedulian sosial, dan kemampuan bekerja sama. Sementara itu, keikutsertaan 5 orang Pembina menjadi bagian penting dalam memperkuat pendampingan dan pengembangan pendidikan kebencanaan di lingkungan Gerakan Pramuka.
Melalui pelatihan ini, LIFE LEADERS Kalteng ingin menanamkan pemahaman bahwa Pramuka memiliki peran strategis dalam membangun budaya sadar bencana.
Melalui pendekatan Life Leaders – Impact Innovator, kegiatan ini mengajak peserta untuk melalui tahapan mengenali masalah (Problem), mengembangkan ide (Idea), menentukan solusi (Solution), merencanakan kegiatan (Plan), melaksanakan aksi (Action), hingga melakukan refleksi (Reflection).
Diharapkan, pengalaman pelatihan ini tidak berhenti pada kegiatan satu hari, tetapi dapat menjadi awal terbentuknya generasi muda yang lebih peduli, tanggap, dan siap berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan sesuai kemampuan dan kompetensinya.
Topics
Better Choice
Health lifestyles
Global Support Assessment Tool
SDGS
Initiatives
Skills for Life