Pramuka MAN 2 Banda Aceh Gelar Workshop Scout for SDGs
Pramuka MAN 2 Banda Aceh menyelenggarakan Workshop Scout for SDGs bagi anggota Pramuka golongan Penggalang, Penegak, dan Pandega dari Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Kegiatan berlangsung selama dua hari, pada Sabtu dan Minggu, 20–21 Juni 2026, bertempat di Aula MAN 2 Banda Aceh.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas anggota Pramuka dalam mengimplementasikan program Scout for SDGs sebagai bentuk kontribusi nyata kaum muda terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Workshop menghadirkan Khaidir Marzuki, Pembina Penegak Pramuka MAN 2 Banda Aceh, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan konsep dasar Scout for SDGs, keterkaitannya dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, serta berbagai peluang aksi yang dapat dilakukan oleh anggota Pramuka untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Pada hari pertama, peserta mengikuti sesi pengenalan dan orientasi program Scout for SDGs. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman mengenai World Scouting's SDGs Hub, area-area pelaksanaan proyek, identifikasi isu di lingkungan sekitar, serta tahapan perencanaan kegiatan yang selaras dengan target SDGs. Peserta juga diajak untuk memahami pentingnya peran Pramuka sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan sosial, lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan kemanusiaan.
Sementara itu, pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada penguatan kemampuan pelaporan dan publikasi proyek. Peserta mendapatkan materi mengenai teknik penyusunan laporan kegiatan, penulisan reportase, dokumentasi proyek, pengukuran dampak kegiatan, hingga tata cara menulis blogpost yang sesuai dengan standar publikasi pada platform Scout for SDGs melalui website sdgs.scout.org.
Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti praktik langsung penyusunan laporan proyek dan simulasi publikasi kegiatan. Melalui sesi ini, peserta dibimbing untuk mengemas pengalaman dan hasil kegiatan dalam bentuk tulisan yang informatif, sistematis, serta mampu menunjukkan dampak yang dihasilkan dari setiap proyek yang dilaksanakan.
Khaidir Marzuki menyampaikan bahwa dokumentasi dan publikasi merupakan bagian penting dari sebuah proyek pengabdian masyarakat. Menurutnya, pelaporan yang baik tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan, tetapi juga menjadi sarana berbagi inspirasi dan praktik baik kepada anggota Pramuka di berbagai daerah bahkan di tingkat internasional.
Melalui workshop ini, Pramuka MAN 2 Banda Aceh berharap semakin banyak anggota Pramuka yang mampu merancang, melaksanakan, mendokumentasikan, dan mempublikasikan proyek-proyek Scout for SDGs secara berkualitas. Dengan demikian, kontribusi kaum muda melalui Gerakan Pramuka terhadap pembangunan berkelanjutan dapat semakin luas dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat.