Dari Kerja Bakti Tumbuh Kepedulian TTL LPKA P.Raya
Sebanyak 30 anggota Pasukan Ticket to Life (TTL) LPKA Kelas II Palangka Raya melaksanakan aksi kerja bakti membersihkan lingkungan di halaman LPKA Kelas II Palangka Raya. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan pendidikan kepramukaan yang bertujuan menanamkan kecakapan hidup (life skills), membangun karakter, serta membiasakan perilaku positif selama anak binaan menjalani masa pembinaan.
Dengan semangat kebersamaan, para anggota Pasukan Ticket to Life bergotong royong membersihkan halaman, mengumpulkan sampah, merapikan lingkungan, dan menjaga kebersihan area kegiatan. Melalui aktivitas sederhana ini, mereka belajar bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi anak binaan yang sedang menjalani pembinaan karena berhadapan dengan hukum, kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar membersihkan lingkungan. Kerja bakti menjadi sarana belajar untuk membangun kebiasaan baik, melatih kedisiplinan, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta mengembangkan kemampuan bekerja sama dengan orang lain.
Program Pasukan Ticket to Life juga memberikan ruang bagi anak binaan untuk mengembangkan kecakapan hidup yang berguna bagi masa depan. Keterampilan menjaga kebersihan, mengelola lingkungan, bekerja dalam tim, dan menyelesaikan tugas merupakan bekal penting untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.
Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, anak binaan diharapkan semakin memahami bahwa perubahan positif dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Menjaga kebersihan lingkungan, menaati aturan, menghargai orang lain, dan menyelesaikan tanggung jawab merupakan langkah nyata dalam membangun karakter yang lebih baik.
Aksi kerja bakti yang diikuti oleh 30 anggota Pasukan Ticket to Life ini menjadi gambaran bahwa pembinaan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang memberikan kesempatan kepada anak binaan untuk belajar, berlatih, dan menerapkan nilai-nilai positif.
Harapannya, semangat gotong royong dan kepedulian yang tumbuh melalui kegiatan ini dapat menjadi kebiasaan yang terus dibawa hingga mereka kembali ke masyarakat. Sebab, setiap anak memiliki kesempatan untuk belajar, berkembang, memperbaiki diri, dan berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.
Ticket to Life: Menumbuhkan Harapan, Membangun Kecakapan Hidup, dan Mempersiapkan Masa Depan yang Lebih Baik.
Topics
Civic engagement
Diversity and inclusion
SDGS