puisi2 pramuka
Indonesia

puisi2 pramuka

KETEGARAN PRAMUKA Di balik mata yang sendu terdapat semangat yang menggebu Kau begitu tegar dengan keadaan Hujan turun yang bernada sumbang Semilir angin yang merubah suasana Panas yang menyerang dengan garang Dingin yang menyentuh tubuh Terlalui dengan ketegaran jiwamu Tersambut dengan kekuatan ragamu Disini….. Diantara jatuhnya ranting-ranting cemara Diantara rimbunnya pohon belantara Sekelompok jiwa yang bertujuan sama Menguji mentalnya tuk menghadapi hari esok Kelak….. Tertoreh suatu memory demi memory Yang dimana dan sampai kapanpun takkan pernah hilang dari ingatan Karna….. Ini terjadi begitu indah Walau hanya berteduh dan berlindung dengan tenda Namun….. Suatu keceriaan terpancar pada wajah-wajah damai Pada wajah-wajah generasi muda atas nama Pramuka Hidup Pramuka….. Semoga jiwa Pramuka Takkan tergoyahkan oleh apapun yang mendera MET PAGI DUNIA Hidup bukan dIA engan masa lalu Tapi dengan masa depan Jalani hidup dengan suatu kepastian Sambut hari dengan wajah ceria Genggam asa yang telah tercipta Padukan cita, citra, dan cinta dalam jiwa Pastikan diri tuk menggapainya Karna kita adalah anggota Pramuka Yakinkan hati….. Bahwa esok pasti kan tetap terjelang Dengan mentari yang membawa kedamaian Hiasi dunia dengan warna yang indah Jangan jadi pemimpi yang hidup dalam dunia maya Kau berhak melihat kenyataan Sebab kau punya mata dan perasaan Enyahkan kebimbangan yang membelenggu diri Sadarkan nurani tuk selalu terjaga Langkahkan kaki tuk selalu berjalan seiring dengan waktu Karna waktu tak pernah menunggu siapapun Kau harus menantang jalan panjang di depanmu Walau dengan atau tanpa kawan yang menyertaimu JIWA PRAMUKA Setelah diri penuh dengan tugas yang harus diemban Jadilah diri ksatria yang bertanggung jawab Malam kian larut dan hari kian jauh Sudahkah diri menepati moral seorang Pramuka….. Disanalah kita berdiri menatap masa depan yang kemilauan Pancaran kasih Pancaran kejujuran Pancaran kesabaran Dimana ada keragu-raguan Kitalah pembawa keyakinan Dimana ada kegelapan Kitalah pembawa pelita Dimana ada kesusahan dan duka cita Kita datang membawa khabar kebahagiaan Senyum di bibir, tegas terukir Wajah berseri, cermin hati suci Tetapi….. Sudahkah janji kita di tepati….. Sudahkah kita berjalan dibatas cita-cita….. Sudahkah rokhani tetap suci….. Semoga Allah senantiasa mengaruniahi dan memenuhi keyakinan Bahwa menolong adalah lebih baik dan lebih utama PESAN KAKAK Tuhan Allah adalah Maha Kuasa Dialah yang menentukan kehidupan makhluk alam semesta ini Termasuk kita umat manusia Makin bertambah usia kita Terasa makin cepat jalannya waktu Umur yang tersedia bagi kita Setiap hari makin berkurang Yang berarti masa hidup kita tiada lama lagi Barangkali nanti malam atau….. Besok maut akan merenggut kita Sudahkah kita menggunakan waktu serta sebaik-baiknya…. Ataukah….. Telah kita sia-siakan belaka Bagi masyarakat sekeliling kita Bagi bangsa dan negara kita Bagi umat manusia dan….. Bagi agama kita Tuhan telah memberi petunjuk bagi kita Dengan perintah-perintah dan larangan-larangannya Yang wajib kita ikuti sebaik-baiknya Sudahkah kita berusaha….. Agar jasmani kita selalu dalam keadaan sehat, kuat dan suci….. Jasmani dan rohani adalah milikyang harus kita jaga sendiri Jiwa raga adalah karunia Tuhan Yang harus kita kembalikan keharibaannya secara suci Dan….. Dalam keadaan suci Benarkah kita seorang yang jujur….. Dapat di percaya dan setia….. Apakah kita cukup sopan, periang, dan ramah terhadap siapapun….. Perwirakah tindakan kita….. Sudahkah kita bertindak cepat kaki ringan tangan….. Sudahkah kita hidup sederhana….. Baik perkataan, pikiran, dan perbuatan Dan sucikah….. Apakah kita terlalu mencari kesenangan sendiri Semata-mata mencari keuntungan sendiri Pangkat dan kedudukan….. Tanpa kita berusaha memberikan pertolongan kepada orang lain Sebenarnya kita telah mampu menolong orang lain Dengan pikiran, tenaga, harta, dan pengalaman kita Betulkah kita selalu benar dan baik Sehingga orang lain kita paksakan menerima pendapat kita Ataukah kita hanya selalu ikut pendapat orang kebanyakan Tanpa kita ketahui kebenarannya Dengan disiplin dan iman yang teguh Kita harus berdiri dengan tenang di tengah-tengah kegaduhan masyarakat Dan kita dapat memberi pengaruh yang baik pada sekeliling kita Pancasila adalah falsafah hidup bangsa kita Pahamkah kita akan arti dan maksud yang terkandung didalamnya Bagaimana pelaksanaannya dalam kehidupan kita Semoga Tuhan selalu memberikan kedamaian dalam hati kita MEMORY DI PUNCAK BROMO Kala….. Jiwaku di antara jiwa-jiwa Pramuka yang lain Dan…. Pandangan menerawang pada suatu sudut nan jauh Dimana jiwa ini merasakan suatu kenikmatan karna anugerah-Nya Tapi….. Disini, kala jiwaku merasakan sesuatu yang lain dari ciptaan-Nya Kabut yang bersandar kala fajar Hawa yang begitu dingin menyerang tubuh Menyajikan suatu nuansa yang begitu beda dari yang terduga Walau diri berada pada ketiggihan puncak Bromo Namun….. Diri ini begitu rendah kala dihadapan-Nya Kadang terpikir dibenakku….. Telah sempurnakah ibadahku tuk membalas semua pemberian-Nya Keindahan Bromo yang disuguhkan oleh-Nya Telah ternikmati oleh mata dengan akal sehatku Keyakinanku pada-Nya semakin erat bergelayut dalam nurani Bibirku tak henti lantunkan pujian untuk-Nya Allahu Akbar….. Maha Besar Engkau….. Ya Allah….. KESADARAN NURANI Ingatlah, di dalam tubuh ada gumpalan darah Bila darah itu baik Maka baiklah semua jasad dan kelakuan manusia Bila darah itu buruk Maka buruklah semua Ingatlah itu adalah hatimu Tiada yang lebih utama dari pada menolong yang lemah Menegakkan kebenaran tanpa kepongahan Bertanggung jawab karena sadar bahwa kehormatan itu suci Tegak berdiri menatap masa depan gemilang Berkarya bagi bunda pertiwi Apalah artinya sebuah nyawa Bila dibandingkan dengan korban yang tak terkendalikan Apalah artinya hidup senang Bila berdiri di atas bangkai Kita adalah pemersatu Jangan jatuhkan bila gelas-gelas itu telah retak Namun simpanlah dan cari perekatnya Karena kita berdiri di negari perdamaian Indonasia dengan Pancasila Dan kita telah tetapkan janji kita Tiada sifat yang paling buruk Kecuali manusia pelanggar janji Tiada kekejaman yang amat sangat Kecuali manusia yang minum darah saudaranya sendiri Tiada kemunafikan yang paling buruk Kecuali orang yang berpendirian Dan….. Tiada siksa yang paling kejam Kecuali bagi manusia yang tak berterima kasih atas rahamt Tuhan Kita berkumpul di sini untuk bersatu Bersaudara….. Bekerja….. Dan saling ingatkan dari dosa Karena kita harapan-harapan Dan….. Apakah kita akan mencampakkan kepercayaan ini begitu saja? Kitalah Pandu Pertiwi Ksatria yang bertanggung jawab ANGGOTA PRAMUKA Anggota Pramuka….. ksatria teguh memegang janji Teguh hati dan tak pantang putus asa Sebab keputus asahan adalah bukan penyelesaian Taqwa, mengerjakan perintah dan menjauhi larangan-Nya Karena tahu larangan adalah dosa Anggota Pramuka….. Hidup sederhana, bersahaja, dan kecermatan dimilikinya Tanpa membedakan besar kecil, tua muda, kaya miskin dan baik buruk rupa Karena semua ciptaan Tuhan Anggota Pramuka….. Selalu menjaga kehormatan Karena tahu harga dirinya Tak hiraukan anjing melolong dan celaan Sebab sudah pasti jalan yang dilalui adalah benar Kebenaran yang harus ditegakkan Tanpa takut bahaya Kita tetapkan diri bersama Anggota Pramuka….. Patuh, taat, tapi bukan membabi buta Semuanya berpedoman Semuanya beraturan Sebab bukan kecil yang akan dipikulnya Bukan ringan bebannya Tetapi….. Tanah Air, Bangsa, Pandangan hidup dan kehormatan
Number of participants
34
Service hours
12
Location
Indonesia

Share via

Share