Profile picture for user Khaidir Marzuki_1
Indonesia

Karya Bakti Nataru Aceh 2025

Pelaksanaan Karya Bakti Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 oleh Kwartir Daerah Aceh dilatarbelakangi oleh meningkatnya aktivitas masyarakat di Pelabuhan Ulee Lheue menjelang dan selama libur akhir tahun. Tingginya arus penumpang dan barang memerlukan dukungan tambahan guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kelancaran aktivitas transportasi laut. Gerakan Pramuka, sebagai bagian dari elemen masyarakat yang memiliki fungsi pengabdian dan kepedulian sosial, terpanggil untuk berperan aktif mendukung pemerintah dan stakeholder terkait dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya para pengguna jasa pelabuhan.

Kegiatan Karya Bakti Nataru 2025 dilaksanakan di Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh, mulai Selasa, 23 Desember 2025 hingga Minggu, 4 Januari 2026. Kegiatan ini melibatkan 75 orang peserta yang terdiri dari unsur Pramuka, Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, LLAJ, TNI–Polri, Basarnas, serta stakeholder pelabuhan. Para peserta secara bergiliran melaksanakan tugas pengamanan dan pelayanan, antara lain membantu pengaturan arus penumpang, membantu proses naik dan turun penumpang kapal, memberikan informasi kepada masyarakat, serta mendukung pengamanan di area pelabuhan selama periode libur Nataru.

Karya Bakti Nataru 2025 memberikan dampak positif bagi kelancaran aktivitas di Pelabuhan Ulee Lheue. Kehadiran para relawan membantu mengurangi potensi kepadatan, meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi penumpang, serta memperkuat koordinasi antarinstansi dalam pelayanan publik. Selain itu, kegiatan ini mempertegas peran Pramuka sebagai mitra strategis pemerintah dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, sekaligus menjadi sarana pembinaan karakter, kedisiplinan, dan kepedulian sosial bagi para peserta yang terlibat.

Melalui pelaksanaan Karya Bakti Nataru ini, diperoleh pembelajaran penting tentang arti kolaborasi lintas sektor dalam pelayanan publik. Sinergi antara Pramuka, Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh, Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), TNI–Polri, Basarnas, serta stakeholder pelabuhan menunjukkan bahwa koordinasi yang baik mampu menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif. Ke depan, kegiatan ini dapat ditingkatkan melalui perencanaan teknis yang lebih matang, pembagian tugas yang lebih terstruktur, serta penambahan pelatihan singkat bagi relawan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan profesional.

Started Ended
Number of participants
75
Service hours
5850
Beneficiaries
9999
Location
Indonesia
Topics
Civic engagement
Humanitarian action
Partnerships
Initiatives
Skills for Life

Share via

Share