Tingkatkan Skill Survival, L.O Membangun Bivak
MELAWI – Sebanyak 269 pramuka penggalang antusias mengikuti latihan rutin yang difokuskan pada materi teknik kelangsungan hidup (survival) pada Sabtu sore (31/01/2026). Bertempat di lapangan terbuka SMPN 2 Nanga Pinoh, para peserta ditantang untuk menyulap ponco atau jas hujan menjadi tempat perlindungan darurat yang layak, atau yang dikenal dengan sebutan bivak.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB ini bertujuan untuk membekali anggota muda dengan keterampilan praktis saat menghadapi cuaca ekstrem di alam bebas. Dengan memanfaatkan tali pramuka, pasak kayu seadanya, dan selembar ponco, para peserta tampak cekatan mendirikan perlindungan dengan berbagai model, mulai dari bentuk A-Frame hingga model sandar.
Poin Utama Kegiatan:
Kreativitas & Kerja Sama: Peserta dibagi menjadi beberapa regu untuk mengasah koordinasi dalam mendirikan bivak yang kokoh dan tahan angin.
Pemanfaatan Alat Seadanya: Menekankan bahwa jas hujan bukan hanya pelindung badan, tapi juga fungsi vital sebagai atap darurat.
Ketangkasan Tali Temali: Penggunaan simpul pangkal dan simpul jangkar menjadi kunci utama kekuatan bangunan bivak mereka.
"Latihan ini sangat seru! Kami belajar bahwa di hutan, alat sederhana seperti jas hujan bisa menyelamatkan kita dari hujan dan angin kencang jika tahu cara merakitnya," ujar Nadif salah satu peserta penggalang dengan penuh semangat.
Meskipun matahari sore cukup terik, semangat 269 peserta ini tidak surut hingga latihan berakhir tepat waktu. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk mental petualang yang tangguh dan siap sedia bagi seluruh anggota penggalang di gugus depan.
Topics
Better Choice
Diversity and inclusion
Humanitarian action
Interpersonal skills
Leadership
SDGS