Aksi Tolak Sampah Plastik Melalui Tugu Pengingat
Motivasi utama lahirnya proyek ini adalah keprihatinan atas tingginya penggunaan sampah plastik sekali pakai oleh ratusan siswa dan guru di sekolah. Kurangnya pemahaman visual mengenai lamanya sampah plastik terurai membuat warga sekolah cenderung abaikan ancaman lingkungan tersebut. Kondisi inilah yang mendorong 25 anggota Ekstrakurikuler Pramuka tergerak melakukan aksi nyata berupa pembangunan Tugu Edukasi Peduli Lingkungan sebagai simbol pengingat di area hijau sekolah.
Proyek ini dieksekusi secara mandiri dan bergotong royong oleh para anggota Pramuka mulai dari 22 hingga 31 Januari 2026. Dalam rentang sepuluh hari, pengerjaan diawali dengan merancang sketsa, merakit konstruksi kayu, mengecat, hingga menempelkan sampel sampah plastik nyata beserta estimasi waktu terurainya. Tugu edukasi pengingat ini kemudian didirikan secara kokoh sebagai media pembelajaran visual yang permanen.
Dampak dari hadirnya tugu pengingat ini adalah terciptanya kesadaran visual bagi seluruh warga sekolah akan bahaya laten limbah plastik. Hal ini secara bertahap mendorong perubahan perilaku siswa dan guru untuk meminimalisasi plastik sekali pakai dengan beralih membawa tumbler serta wadah makan sendiri. Selain itu, aksi ini membentuk komitmen keberlanjutan bagi anggota Pramuka untuk terus merawat tugu dan menjadi pelopor gaya hidup ramah lingkungan.