Bukber dan Berbagi Takjil Dewantara
Motivasi kami adalah menerapkan nilai Messengers of Peace & Dialogue for Peace. Kami ingin meruntuhkan sekat sosial bagi anak yatim lewat interaksi yang setara. Melalui kegiatan Mendengarkan Aktif, kami membangun empati, mematahkan stigma, dan mengurangi kesenjangan untuk mewujudkan komunitas yang inklusif.
Kami memasak dan menyiapkan 100 paket takjil secara mandiri. Tim dibagi 2: Tim 1 membagikan takjil di jalan kepada warga yang membutuhkan. Tim 2 di panti asuhan mempraktikkan Mendengarkan Aktif dalam kelompok kecil, mendengarkan impian anak yatim tanpa menghakimi untuk membangun koneksi setara. Acara ditutup dengan Kultum dan buka puasa bersama.
Pengabdian bukan sekadar memberi makanan; tapi butuh empati. 'Mendengarkan Aktif' menunjukkan bahwa anak marjinal punya cita-cita tinggi yang sama. Mendengarkan tanpa menghakimi mampu meruntuhkan sekat sosial. Mengelola proyek ini secara mandiri juga memperkuat kerja sama tim kami.