Indonesia

Menyelamatkan Pesona pesisir pantai

Menyelamatkan Pesona Pesisir: Pengalamanku Mengikuti Kegiatan Beach Clean-Up Pantai selalu menjadi tempat pelarian favorit banyak orang. Suara ombak yang menenangkan, angin sepoi-sepoi, dan pemandangan matahari terbenam selalu berhasil mengikis rasa lelah setelah berminggu-minggu beraktivitas. Namun, kunjungan terakhirku ke pantai memberikan kesan yang sangat berbeda—bukan sekadar tentang relaksasi, melainkan tentang panggilan untuk bertindak. Sabtu lalu, aku memutuskan untuk bergabung sebagai sukarelawan dalam aksi "Beach Clean-Up" (pembersihan sampah pantai). Berikut adalah cerita dan pengalamanku yang membuka mata tentang kondisi pesisir kita saat ini. 1. Persiapan dan Awal Memulai Hari Kegiatan dimulai sangat pagi, sekitar pukul 06.30 WIB, untuk menghindari teriknya matahari siang. Begitu tiba di lokasi kumpul, para koordinator membagikan perlengkapan penting untuk menjaga keselamatan dan kebersihan para sukarelawan: Sarung tangan karet/kain tebal: Memastikan tangan terlindung dari benda tajam seperti pecahan kaca atau seng. Karung beras / kantong pemilah sampah: Digunakan untuk memisahkan sampah organik, plastik, dan sampah berbahaya. Capitan sampah (trash picker): Memudahkan untuk mengambil sampah tanpa harus selalu membungkuk. Sebelum bergerak, kami mendapatkan taklimat singkat (briefing) tentang pemilahan sampah dan area mana saja yang menjadi fokus pembersihan.
Number of participants
30
Youth development hours
60
Location
Topics
Clean Energy
SDGS

Share via

Share